BIOS ME-RESET SENDIRI?

Pengalaman ini pernah saya alami sendiri pada komputer PC rakitan yang belum lama dibeli. Awalnya komputer berjalan normal alias tidak bermasalah pada saat mulai dihidupkan, diteruskan ke proses inisialisasi BIOS hingga boot ke Windows dan kemudian di-shutdown. Baru sekitar beberapa bulan kemudian ketika saya mencoba meng-overclock processor namun tidak berhasil (power suply tidak mendukung), muncul masalah pada saat dihidupkan muncul pesan bahwa BIOS telah dikembalikan (di-reset) ke setingan “default” dikarenakan adanya perubahan hardware (kira-kira seperti itu…). Dan berhenti sampai disitu (halted) tidak berlanjut ke proses booting. User diminta untuk menekan F1 untuk melanjutkan atau masuk ke menu setup untuk mengubah setingan BIOS.

Ok! seting BIOS sudah saya rubah kembali dan di-save, berlanjut ke proses booting hingga masuk ke windows tanpa ada masalah lalu di-shutdown, kabel power dicabut sebentar dan dipasang kembali. Komputer dinyalakan kembali dan ternyata BIOS kembali me-reset sendiri !. Anehnya jika kabel power tidak dicabut, BIOS berjalan normal walaupun sudah dihidupkan dan dimatikan beberapa kali. Hanya jika kabel power dicabut, barulah BIOS kembali error.

Melihat gelagat seperti itu, awalnya kecurigaan saya tertuju kepada baterai BIOS. Tapi usia komputer yang masih tergolong baru membuat saya ragu jika baterai penyebabnya , karena masa pakai baterai BIOS bisa bertahun-tahun.

Setelah mencari ke berbagai sumber, barulah diketahui bahwa kualitas memori/RAM yang buruk dapat menyebabkan BIOS berulah seperti di atas. Kemungkinan lainnya adalah posisi keping memori. Jadi jika hanya ada satu buah memori, coba pindahkan ke slot yang lain. Atau jika ada lebih dari satu, cobalah menukar posisi masing-masing memori dengan yang lainnya hingga masalah BIOS tersebut teratasi.

5 thoughts on “BIOS ME-RESET SENDIRI?

    • banyak kemungkinan penyebabnya. diantaranya:
      1. Suhu processor terlalu tinggi. biasanya suhu maksimum operatianal processor adalah sekitar 60-70 derajat celscius. bisa dicek lewat
      BIOS atau langsung dari OS menggunakan program bawaan dari pembelian mainboard. penyebabnya bisa karena putaran fan processor mulai lemah bahkan berhenti atau bisa juga karena posisi processor dengan logam pendingin tidak sempurna atau tidak menempel dengan baik.

      2. Kualitas RAM yang buruk atau posisi RAM kurang sempurna. bisa juga karena masalah inkompatibilitas RAM dengan MB. beberapa merk MB merekomendasikan merk RAM tertentu . untuk mengecek kualitas RAM ialah mengganti dengan merk lain (biasanya RAM kualitas bagus harganya juga tidak murah). cara lain seperti di atas yaitu dengan menukar posisi RAM ke slot yang lain.
      3. Tegangan Power Supply yang tidak stabil/buruk.
      4. Adanya komponen yang bermasalah/cacat. bisa MB, VGA card, RAM bahkan processor sendiri.
      5. Jika semua hardware tidak bermasalah bisa jadi OS nya yang bermasalah. penyebabnya bisa karena serangan Virus atau Malware. atau karena terhapusnya file-file tertentu yang dibutuhkan system OS.

      semoga membantu. terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s