Hati-hati Membongkar Kamera Digital!!

Kejadiannya sudah cukup lama sekitar tahun 2004. Tetapi tak ada salahnya menceritakannya kembali agar kejadian yang cukup fatal ini tidak menimpa anda.

Waktu itu saya baru memiliki kamera digital untuk pertama kalinya. Karena harga kamera digital dengan merek terkenal terlalu mahal untuk ukuran kantong saya, maka saya putuskan untuk membeli kamera digital buatan China/Taiwan dengan merek ORITE 3,2 mpx dengan harga Rp. 1,7 Jt. ( dengan  harga yang sama, saat ini anda bisa mendapatkan kamera digital bermerk dengan fitur berlimpah dan res. diatas 8 mpx ;)) .

Awal petaka dimulai ketika saya merasa bosan untuk men-charge ulang baterai setaiap kali habis dipakai. Karena waktu yang dibutuhkan untuk men-charge bisa mencapai belasan jam untuk hasil maksimal. Apalagi waktu itu penggunaan kamera paling sering di dalam rumah untuk mendokumentasikan aktifitas si kecil yang masih balita. Akhirnya terfikirlah ide untuk mengganti pengggunaan baterai dengan adaptor agar tidak perlu repot lagi men-charge baterai dan yang pasti tidak akan terjadi lagi yang namanya baterai habis.

Mulailah saya berburu adaptor di toko elektronik. Akhirnya saya dapatkan adaptor murah meriah dengan adjustable voltage dan kabel yang cukup panjang untuk memudahkan pada saat pengambilan gambar nanti. Pulang ke rumah, dengan penuh percaya diri saya tancapkan kabel adaptor ke colokan listrik dan ke kamera di lubang DC IN, setelah sebelumnya mengatur voltase. Dan whoala! kamera saya hidup, dengan bangga segera saya tekan tombol shutter, klik!……kelap… kelip…kelap… kelip (lampu indikator) dan ….mati!? layar kamera gelap gulita. Karena Panik kabel adaptor segera dicabut. Apa yang terjadi? saya buka tutup baterai,  ternyata baterai belum saya keluarkan!.  Tapi sampai saat ini saya sendiri belum yakin apa penyebab kamera menjadi rusak apa karena kualitas adaptor yang buruk atau karena adanya baterai yang belum di keluarkan?.

Tidak putus asa, kamera saya coba nyalakan kembali tanpa menggunakan adaptor dan hasilnya …, kamera benar-benar mati!.

Akhirnya kamerapun terbaring tak berdaya di dalam laci. Terfikir untuk membawa ke Service Centre tapi garansi sudah lewat apalagi karena kesalahan sendiri. Terbayang harga servis yang mahal dan jarak service center yang lumayan jauh, semakin membuat malas mendatangi Service Centre.

Setelah kamera teronggok beberapa hari, fikiran nakal untuk memperbaiki sendiri (padahal sama sekali kosong pengetahuan elektronik) mulai datang menggoda. Tak tahan, akhirnya dimulailah dengan membongkar casing kamera. Setelah terbuka, ternyata ukuran dan rentannya komponen diluar pemikiran saya. Satu persatu saya amati bagian dalam fisik kamera mulai dari board hingga kabel-kabel yang ada apakah ada yang terlihat rusak atau terbakar, selesai bagian belakang lalu pindah ke bagian depan di area lensa.  Nah di sinilah petaka terjadi, pada saat membalikkan kamera secara tidak sengaja ibu jari menyentuh bagian badan kapasitor yang berada di sebelah bawah lampu flash dan rrrrrrrtttt! secara reflek kamera terlempar dan jatuh ke lantai hancur…. Lalu tangan terasa panas dan kemudian saya jatuh terduduk lemas.  Ada bekas seperti terbakar di ibu jari sebesar kuku dan lengan saya terasa sangat pegal dan kesemutan.

Lalu bagaimana bisa kapasitor untuk ukuran kamera saku digital bisa sebahaya itu? setelah mencari info kesana-sini di internet, barulah saya mengerti. Kesalahan saya yang  adalah menganggap enteng ukuran sumber listrik kamera, dan ketidaktahuan saya akan pengetahuan elektronik membuat saya telah berbuat ceroboh.( http://electronics.howstuffworks.com/capacitor.htm/printable)

Ternyata ukuran kapasitor seukuran apapun bisa berpotensi menimbulkan bahaya bagi manusia. Pada kapasitor kamera, dimana tegangan yang dibutuhkan sangat besar untuk dapat menyalakan lampu flash dapat  berakibat fatal bahkan mematikan pada manusia. Pada kasus saya seharusnya tegangan listerik dalam kapasitor terlebih dahulu di lepaskan atau dibuang barulah aman jika disentuh. Namun yang terjadi adalah kapasitor masih menyimpan tegangan dan tersentuh sehingga menyebabkan electricity shock (kejutan listerik) yang berakibat fatal.

2 thoughts on “Hati-hati Membongkar Kamera Digital!!

  1. iya pak, membongkar kamera itu bahayanya ya kalau kesenggol gitu deh =)).
    eh tapi emang harus dikosongkan elco-nya sih kata tukang servisan, dengan cara cabut baterai kemudian tombol power ditekan *seperti menyalakan* setelah itu pun dibiarkan beberapa menit baru dibongkar biar aman😀

    • begitulah pak jika keingintahuan tanpa di dasari pengetahuan. semoga tidak terjadi kepada yang lain apa lagi anak-anak kita di rumah. semoga menjadi pelajaran berharga untuk semua. terima kasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s